Mobile Crane Di Wahana Wisata

Membaca berita online detikTravel, rabu januari 2022 berjudul Roy Suryo : ‘NITS Berbahaya, itu crane buat barang bukan manusia, ditulis oleh dadan kuswaraharja–detikTravel. Wahana wisata berada di kec. panggang, kab. gunung kidul DI Yogyakarta, wahana baru ini menawarkan kepada pengunjung ngopi-ngopi di atas ketinggian 40 meter dengan jumlah 20 tempat kursi bagi pengunjung dengan menggunakan pesawat angkat jenis mobile telescopic crane, 

Ditinjau dari aspek keselamatan operasional pesawat angkat jenis ini mengandung potensi bahaya, karena pesawat angkat  mobile telescopic crane dirancang khsusus dengan maksud  untuk mengangkat barang bukan untuk mengangkat orang

Mencermati kecelakaan pengoperasian mobile telescopic crane, masih segar diingatan kita pada oktober 2021 telah terjadi kecelakaan melibatkan peralatan ini akibat roboh nya mobile telescopic crane menimpa rumah warga di depok jawa barat. 

Selain itu kejadian yang sama juga terjadi di semarang mobile telescopic crane di terbalik pada saat  mengangkat truck, pada tahun 2018 telah terjadi 12 kecelakaan crane dalam rentang waktu 7 bulan, data kecelakaan tersebut dapat di artikan bahwa pengoperasian pesawat angkat jenis mobile crane ini sangat berbahaya, apalagi yang diangkat merupakan orang yang sedang menikmati liburan bersama keluarga.

Risalah dan Budaya K3



yusuf-arnold.blogspot.com,
Keselamatan setiap pekerja merupakan hak dasar yang harus dilindungi dan tidak boleh di abaikan begitu saja dan dimanapun pekerjaan itu dilaksanakan  termasuk di darat, dilaut, dibawah permukaan tanah atau di dalam tanah , dipermukaan air ataupun di dalam air. Tempat kerja adalah tempat khusus untuk melakukan usaha baik secara individu maupun kelompok dibantu dengan peralatan kerja, aktivitas ini berkembang sejak sejarah manusia bekerja dari sektor pertanian yang berada di desa berpindah ke pabrik-pabrik  yang berada di kota pada awal revolusi industri di eropa.

Pada abad ke -18, pabrik-pabrik pada saat itu telah melakukan pengawasan bagi para pekerja namun tindakan penegakkan masih lemah, oleh karena itu pada tahun 1833 di inggris memperkenalkan pertama kali tugas Inspector keselamatan kerja di bawah factory Act dengan tujuan mempertegas tindakan yang sebelumnya dianggab lemah. Prakteknya dari 1844 operator mesin pabrik hanya di awasi oleh 35 Inspector. Hasilnya pada tahun 1913 tercatat 3750 pekerja meninggal dan 475.000 pekerja mengajukan klaim cacat setiap tahun, namun hingga saat ini diseluruh dunia, dalam satu detik terjadi 600 kecelakaan kerja dan dalam satu menit satu juta pekerja terluka (Valentine Offenloch, OSH and the world of work, ILO, 2018).

SLO dan Inspeksi K3 Listrik

yusuf-arnold.blogspot.com,
Api membara membakar Circuit Breaker dengan seketika pemilik rumah medamkannya dengan Alat Pedam Api Ringan, kemudian seorang pria memberikan pencerahan betapa pentingnya SLO pada setiap Instalasi listrik yang terpasang di rumah dan cara mendapatkan sertifikasinya. Itulah iklan Sertifikasi Layak Operasi (SLO) Instalasi Listrik di media televisi, Hal ini sebagai upaya sosialisasi  kepada masyarakat bahwa instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki SLO.

SLO merupakan upaya pemenuhan standard dan kehandalan instalasi ketenagalistrikan yang baru dipasang dan akan dioperasikan, tujuannya adalah memberikan jaminan kepada pengguna bahwa energi berupa tenaga listrik yang mengalir dalam instalasi tetap terkendali dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya tanpa membahayakan bagi pengguna serta lingkungan sekitarnya. 

Sedangkan yang termasuk instalasi tenaga listrik terdiri dari penyediaan dan pemanfaat tenaga listrik dimana yang dimaksud dengan penyediaan terdiri dari instalasi pembangkitan, transmisi dan distribusi. Untuk instalasi pemanfaatan meliputi, tegangan tinggi yaitu 30kV-150kV, tengangan menengah 6kV – 30kV  dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah antara 40V – 1000V. 

Perusahaan Jasa K3 - tantangan, strategi dan kebijakan

yusuf arnold
yusuf-arnold.blogspot.com. Kedudukan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), seakan semakin penting dalam usaha memperbaiki dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ditempat kerja,  tidaklah salah jika ada yang menilai K3 merupakan kebutuhan dan menguntungkan semua pihak,

Bagi pengusaha akan meningkatkan produktivitas dan menghasilkan keuntungan, pekerja mendapatkan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaannya dan meningkatkan kesejahteraan, sedangkan negara mendapatkan kepercayaan dari para Investor di dunia bahwa Indonesia tempat yang baik dan menguntungkan dalam berinvestasi.
Sebagai suatu institusi yang lahir dari masyarakat praktisi dan ahli sesuai dengan bidang nya, keberadaan PJK3 merupakan bukti peran masyarakat yang peduli dan  mempunyai cita-cita besar untuk mewujudkan kehandalan dan keamanan pengoperasian peralatan. keterampilan dan kesehatan tenaga kerja beserta lingkungannya untuk menciptakan Iklim Keselamatan Kerja  Indonesia.

Lift Penumpang Jatuh - Tinjauan Keselamatan

yusuf-arnold.blogspot.co.id
Menyimak pemberitaan di media jatuhnya Lift penumpang dan 2 pekerja fatality didalam Lift diperkantoran perusahaan asing di Jakarta Selatan,  pelajaran apa yang dapat kita ambil ?  Jika kita renungkan dengan baik bahwa Keselamatan merupakan bagian sangat penting dalam menjalankan semua rutinitas kita sehari-hari, tidak ada yang mengira Lift Penumpang yang digunakan sebagai alat transportasi memindahkan pekerja dari satu lantai kelantai lainnya jatuh dari lantai 7 dan berhenti di lantai 3, sebagaimana diberitakan Jawa Pos 11 Desember 2015, Lift tersebut telah dilakukan pemeliharaan berkala seminggu yang lalu dan tidak terdeteksi tanda-tanda Lift akan jatuh

Tentunya keluarga korban meninggal sangat bersedih atas kejadian ini, tidak pernah terbayang karena peristiwa ini akan memisahkan anggota keluarga mereka untuk selama-lamanya, bukankah tujuan kita

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dipertambangan

yusuf-arnold.blogspot.com,
Perlambatan ekonomi dunia dan dampaknya pada pelemahan permintaan komoditas diberbagai negara lain, membuat Industri Pertambangan di Indonesia mengalami keterpurukan, namun tidak menyurutkan semangat perusahaan – perusahaan tambang untuk berbenah mulai effesiensi sampai usaha untuk merevisi regulasi pemerintah yang dipandang tidak sesuai dengan perkembangan operasi pertambangan sehingga dalam implementasinya sebagian tidak mampu menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi terutama kemajuan teknologi peralatan dan metode kerja yang aman.


Sampai triwulan III tahun 2015 tercatat 474 pemegang Ijin Usaha Jasa Pertambangan Mineral Batubara (IUJP MINERBA) dan 805 Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan 129 perusahaan memiliki keduanya (sumber KESDM), dimana perusahan tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing, Swasta Nasional, BUMN, kondisi ini merupakan pertumbuhan yang sangat tinggi bila dibanding lima belas tahun lalu dimana perusahaan tambang dimiliki oleh negara umumnya berstatus BUMN.

S L I N G S - Rigging Gear



yusuf-arnold.blogspot.com,
Setiap operasi pengangkatan menggunakan Pesawat Angkat dapat dilakukan dengan disertai  alat bantu angkat  seperti Sling, Shackle dll tentulah suatu keniscayaan. Karena keduanya merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi keberhasilan dalam pelaksanaan pekerjaan pengangkatan barang.

Sebagaimana di ketahui alat bantu angkat digunakan untuk mengikat barang dan di sambung langsung ke hook komponen Pesawat Angkat,  setelah tersambung dengan baik sesuai kaidah yang telah di tetapkan maka Pesawat Angkat dapat mengangkat barang secara tegak lurus dan memindahkannya secara horizontal atau berputar ketempat yang dituju dan menurunkannya secara tegak lurus.