Perusahaan Jasa K3 - tantangan, strategi dan kebijakan

yusuf arnold
yusuf-arnold.blogspot.com. Kedudukan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), seakan semakin penting dalam usaha memperbaiki dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ditempat kerja,  tidaklah salah jika ada yang menilai K3 merupakan kebutuhan dan menguntungkan semua pihak,

Bagi pengusaha akan meningkatkan produktivitas dan menghasilkan keuntungan, pekerja mendapatkan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaannya dan meningkatkan kesejahteraan, sedangkan negara mendapatkan kepercayaan dari para Investor di dunia bahwa Indonesia tempat yang baik dan menguntungkan dalam berinvestasi.
Sebagai suatu institusi yang lahir dari masyarakat praktisi dan ahli sesuai dengan bidang nya, keberadaan PJK3 merupakan bukti peran masyarakat yang peduli dan  mempunyai cita-cita besar untuk mewujudkan kehandalan dan keamanan pengoperasian peralatan. keterampilan dan kesehatan tenaga kerja beserta lingkungannya untuk menciptakan Iklim Keselamatan Kerja  Indonesia.

Lift Penumpang Jatuh - Tinjauan Keselamatan

yusuf-arnold.blogspot.co.id
Menyimak pemberitaan di media jatuhnya Lift penumpang dan 2 pekerja fatality didalam Lift diperkantoran perusahaan asing di Jakarta Selatan,  pelajaran apa yang dapat kita ambil ?  Jika kita renungkan dengan baik bahwa Keselamatan merupakan bagian sangat penting dalam menjalankan semua rutinitas kita sehari-hari, tidak ada yang mengira Lift Penumpang yang digunakan sebagai alat transportasi memindahkan pekerja dari satu lantai kelantai lainnya jatuh dari lantai 7 dan berhenti di lantai 3, sebagaimana diberitakan Jawa Pos 11 Desember 2015, Lift tersebut telah dilakukan pemeliharaan berkala seminggu yang lalu dan tidak terdeteksi tanda-tanda Lift akan jatuh

Tentunya keluarga korban meninggal sangat bersedih atas kejadian ini, tidak pernah terbayang karena peristiwa ini akan memisahkan anggota keluarga mereka untuk selama-lamanya, bukankah tujuan kita

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dipertambangan

yusuf-arnold.blogspot.com,
Perlambatan ekonomi dunia dan dampaknya pada pelemahan permintaan komoditas diberbagai negara lain, membuat Industri Pertambangan di Indonesia mengalami keterpurukan, namun tidak menyurutkan semangat perusahaan – perusahaan tambang untuk berbenah mulai effesiensi sampai usaha untuk merevisi regulasi pemerintah yang dipandang tidak sesuai dengan perkembangan operasi pertambangan sehingga dalam implementasinya sebagian tidak mampu menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi terutama kemajuan teknologi peralatan dan metode kerja yang aman.


Sampai triwulan III tahun 2015 tercatat 474 pemegang Ijin Usaha Jasa Pertambangan Mineral Batubara (IUJP MINERBA) dan 805 Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan 129 perusahaan memiliki keduanya (sumber KESDM), dimana perusahan tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing, Swasta Nasional, BUMN, kondisi ini merupakan pertumbuhan yang sangat tinggi bila dibanding lima belas tahun lalu dimana perusahaan tambang dimiliki oleh negara umumnya berstatus BUMN.

S L I N G S - Rigging Gear



yusuf-arnold.blogspot.com,
Setiap operasi pengangkatan menggunakan Pesawat Angkat dapat dilakukan dengan disertai  alat bantu angkat  seperti Sling, Shackle dll tentulah suatu keniscayaan. Karena keduanya merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi keberhasilan dalam pelaksanaan pekerjaan pengangkatan barang.

Sebagaimana di ketahui alat bantu angkat digunakan untuk mengikat barang dan di sambung langsung ke hook komponen Pesawat Angkat,  setelah tersambung dengan baik sesuai kaidah yang telah di tetapkan maka Pesawat Angkat dapat mengangkat barang secara tegak lurus dan memindahkannya secara horizontal atau berputar ketempat yang dituju dan menurunkannya secara tegak lurus.

Inspector Crane - Dulu, Sekarang & Akan Datang


yusuf-arnold.blogspot.com,
Saya seperti tersadar akan peran Inspektor setelah menyaksikan video terjungkalnya Mobile Crane di Masjidil Haram Mekkah, betapa pentingnya seorang Inspektor dalam setiap pekerjaan pengangkatan barang menggunakan Crane. Sejak tahun 1930 negara sudah mengenal peran dan fungsi Inspektor dalam operasi pertambangan dan perawatan Boiler, setelah pemerintah kolonial mengesahkan  Mijn Politie Reglement” Staatsblad dan Stoomordonnantie. Peran profesi ini terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.

Masih segar di ingatan, para Senior Inspektor menceritakan, cerita yang dia sendiri dapatkan dari para pendahulunya tentang dedikasi penuh dan kebanggaan Inspektor pada saat zaman dahulu melaksanakan Inspeksi. Sebelum memulai pekerjaan dia memastikan peralatan yang akan di Inspeksi benar-benar bersih dari kotoran -debu, jelaga dll- setelah itu dengan baju warna putih dia  memulai

Keselamatan Crane - Peristiwa Masjidil Haram

Arnold Tower Crane
yusuf-arnold.blogspot.com
Berita duka tanggal 11 September 2015 datang dari tanah suci Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi, jamaah calon haji tertimpa Mobile Crane yang terjungkal. Dalam tragedi ini dilaporkan sebanyak 107 jamaah meninggal dunia dan 238 jamaah luka-luka dari seluruh dunia, termasuk 2 calon jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia dan 42 jamaah mengalami luka-luka (Sumber : Republika Online) masih memungkinkan jumlah korban akan bertambah. Berdasarkan Reporter Al-Jazeera, dikutip dari Arrahma.com, Crane jatuh di lantai tiga Masjidil Haram dekat gerbang Al-Salam di sisi atas wilayah Al-Masaa sehingga menyebabkan kerusakan sebagian bangunan Al-Masaa dan sebagian lagi Al-Mataf.  Peristiwa ini merupakan jumlah korban terbesar dalam sejarah akibat kecelakaan penggunaan Mobile Crane dalam pekerjaan Konstruksi.

Tali Kawat Baja

TKB Yusuf Arnold
yusuf-arnold.blogspot.com 
Tali Kawat Baja merupakan komponen penting  untuk peralatan konstruksi Jembatan, Gondola, Ski Lift, Crane. Semua digunakan untuk mengangkat, menahan dan menggantung material konstruksi, selain itu  tali kawat baja sebagai alat bantu angkat seperti sling, hoist dimana dalam penggunaannya berdampak langsung oleh berat beban material yang dikendalikan. Sehingga tali kawat baja menjadi bagian komponen kritis yang membutuhkan perhitungan kekuatan dan penanganan yang cermat sehingga tali kawat baja tersebut aman untuk digunakan, untuk memenuhi kondisi tersebut dilakukan pengawasan secara ketat dalam proses pembuatannya,mulai dari penyediaan bahan, proses, produk jadi sampai perawatannya dengan tingkat presisi yang tinggi, misalnya diameter tali kawat baja yang  dihasilkan dengan teloransi + 0,0127 mm.